Kabupaten Madiun Tercepat Salurkan Dana Desa

61

Apresiasi disampaikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Madiun dalam penyaluran dana desa tahap I 2020. Di mana, Kabupaten Madiun menjadi satu-satunya kabupaten di Indonesia yang sudah menyalurkan 100 persen dana desa tahap pertama 2020.

Gubernur perempuan pertama di Jatim itu pun melakukan monitoring langsung penyaluran dana desa di dua desa di Kabupaten Madiun, yakni Desa Pule dan Desa Sidomulyo Kecamatan Sawahan. Di Desa Sidomulyo, dana desa tahap I digunakan untuk membangun pasar desa dan kantor BUMDesa. Sementara di Desa Pule, dana desa diperuntukan membangun Taman Pule, taman wisata di tengah area persawahan yang juga menyediakan banyak produk UMKM khas Madiun.

“Saya sangat bangga dan sangat mengapresiasi kinerja Pemkab Madiun dan semua kepala desa di Madiun. Kepala desa di Madiun keren-keren,” kata Khofifah di Surabaya, Selasa (3/3).

Prestasi Madiun dalam penyaluran dana desa, kata dia, bukan hanya tingkat provinsi, melainkan terbaik se-Indonesia atau tingkat nasional. Bahkan, pola perencanaan dan penyaluran akan diadopsi Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dengan tetap membawa nama Madiun.

Dijelaskan, dana desa di Kabupaten Madiun sudah tersalurkan kepada 198 desa di wilayah setempat, dengan total lebih Rp 65 miliar. Pencairan dana desa dianggap sudah memenuhi syarat administrasi pencairan, seperti sudah adanya Peraturan Bupati Madiun tentang rincian penganggaran dana desa, dan masing-masing desa sudah menganggarkan dalam Anggaran dan Pendapatan dan Belanja Desa 2020.

Lebih lanjut, Khofifah mengingatkan agar penyaluran dana desa tahap pertama untuk kegiatan padat karya tunai. Padat Karya Tunai, kata Khofifah, akan sangat membantu dalam ketahanan ekonomi di desa, karena di situ ada perputaran uang, daya beli mengalami kenaikan, karena ada pekerjaan.

“Kalau tahap pertama untuk padat karya tunai, baru tahap kedua untuk pemberdayaan,” katanya.

Jawa Timur, lanjut gubernur, pada 2020 menerima dana desa sebesar Rp 7,654 triliun. Artinya naik Rp 213 miliar dari Rp 7,441 triliun di 2019.

Jumlah tersebut akan disalurkan kepada 7.724 desa. Rata-rata, per desa nantinya akan menerima Rp 700 juta hingga Rp 1 miliar. Penyaluran tahap pertama sebesar 40 persen diharapkan rampung sebelum Juni 2020.

Program dana desa juga diharapkan bisa menghapus status desa tertinggal di Jawa Timur yang tercatat masih ada 365 desa. “Dana desa juga bisa menjadi stimulus peningkatan status desa mandiri dan berkembang,” kata Khofifah.

Selain meningkatkan status desa tertinggal, dana desa juga untuk pengentasan kemiskinan di desa yang relatif masih tinggi di Jatim. Hasil konsolidasi data dengan BPS pada Januari 2020, lanjut Khofifah, kemiskinan di perdesaan masih 14,16 persen, sementara kemiskinan di perkotaan hanya 6,77 persen.

Bupati Madiun Ahmad Dawami mengatakan, selain berkat dukungan dan supervisi dari Pemprov Jatim, prestasi Madiun dalam penyaluran dana desa juga berkat kerja keras seluruh desa.

Di mana desa-desa di Madiun begitu cepat menyelesaikan APBDes sehingga di Desember 2019 APBDes dapat ditetapkan.

[Selengkapnya …]