Renovasi Faskes Serap Anggaran Terbesar di Dinas Kesehatan Kabupaten Jember

57

Serapan anggaran dan belanja daerah di Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember masih terbilang rendah, yaitu baru 34 persen dari total anggaran Rp 500 miliar pada akhir September 2019.

Menurut keterangan Plt Kepala Dinkes, Dyah Kusworini, serapan terbesar masih pada kegiatan fisik, yaitu renovasi fasilitas kesehatan (faskes), baik Puskesmas dan Puskesmas Pembantu.

Menurutnya ada 75 faskes yang direnovasi pada 2019. Anggaran renovasinya mencapai Rp 107 miliar. Hal ini diketahui ketika dinkes melakukan hearing dengan Komisi D DPRD Jember, Selasa (8/10). “Serapan anggaran, termasuk yang terbayarkan sampai akhir September mencapai 34 persen. Itu belanja langsung dan tidak langsung,” ujar Dyah.

Penyebab rendahnya serapan anggaran, lanjut Dyah, karena sejumlah pekerjaan masih berlangsung. “Masih untuk uang muka. Semoga di akhir masa anggaran terserap lebih tinggi,” ujar Dyah.

Sedangkan serapan untuk renovasi faskes termasuk dalam Belanja Langsung. Selain itu, dinkes berharap masalah pada 2018 tak terulang, yaitu ‘tertundanya’ pembayaran. Tahun lalu Pemkab Jember memiliki utang Rp 68 miliar kepada kontraktor meski proyek fisik selesai.

Anggota Komisi D, Ardi Pujo Prabowo menegaskan akan memantau pekerjaan fisik dinkes. Pemantauan ini sebagai upaya pengawasan dan mendorong agar pekerjaan fisik selesai tepat waktu.

“Sehingga anggaran terserap, terlepas adanya efisiensi. Jangan sampai dinkes menyumbang Silpa (sisa lebih penggunaan anggaran). Tentunya kami dorong, supaya Silpa APBD Jember tidak kembali tinggi,” tegas Ardi.

[Selengkapnya …]