Tingkatkan Kompetensi Pemeriksa, BPK Jawa Timur Selenggarakan Dua Diklat

76

BPK Jawa Timur terus memantapkan persiapan pemeriksaan pada Semester II Tahun 2019. Setelah penyelenggaraan workshop terkait pemeriksaan kinerja pada Bulan Agustus 2019 dan workshop persiapan pemeriksaan dengan tujuan tertentu (PDTT) pada awal Bulan September 2019, para pemeriksa kembali mempersiapkan diri dalam penugasan pemeriksaan dengan mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat).

Diklat bagi para pemeriksa ini diselenggarakan sebanyak dua kali, yaitu Diklat Pemeriksaan Kinerja pada tanggal 16 s.d. 19 September 2019, dan Diklat Pemeriksaan Infrastruktur Gedung dan Bangunan pada tanggal 23 s.d. 26 September 2019. Masing-masing diklat diikuti oleh 40 orang pemeriksa sebagai peserta.

Dalam sambutannya ketika membuka kegiatan diklat, Kepala Perwakilan Harry Purwaka berharap forum diklat dapat dimanfaatkan oleh para pemeriksa sebagai sarana menambah ilmu dan berbagi pengalaman pemeriksaan. Para pemeriksa juga diharapkan dapat mengidentifikasi area-area potensial yang terkait dengan permasalahan yang akan diperiksa sehingga dapat membantu dalam penyusunan kriteria pemeriksaan, khususnya pemeriksaan kinerja. “Strategi BPK ke depan adalah mempertajam kualitas pemeriksaan kinerja, sehingga seluruh pemeriksa memahami bagaimana pemeriksaan kinerja dilakukan,” tutur Kepala Perwakilan.

Pada penyelenggaraan kedua diklat ini, BPK Jawa Timur bekerja sama dengan Badan Diklat Pemeriksaan Keuangan Negara (Badiklat PKN) BPK RI di Jakarta. Sebagai instruktur Diklat Pemeriksaan Kinerja, Badiklat PKN menugaskan Arief Senjaya (Pemeriksa Madya dari Auditorat III.A) dan Yulia Arum Handayani (Pemeriksa Madya dari Subauditorat Jawa Timur II). Sedangkan instruktur yang ditugaskan pada Diklat Pemeriksaan Infrastruktur Gedung dan Bangunan adalah Hariyanto (Pemeriksa Muda dari Subauditorat Jawa Timur I), Ridwan Hasyim (Pemeriksa Muda dari Subauditorat Jawa Timur III), dan Herry Budianto (praktisi di bidang proyek infrastruktur pemerintah).

Peserta diklat menambah pengetahuan tentang teknik pemeriksaan kinerja dan pemeriksaan infrastruktur melalui diskusi dengan instruktur dan sharing pengalaman antar peserta selama kegiatan pembelajaran. Pengetahuan ini diharapkan dapat diterapkan oleh pemeriksa dalam penugasan pemeriksaan kinerja dan PDTT bidang infrastruktur.