Dinas Pendidikan Jatim Anggarkan Rp 25 Miliar untuk OPOP

21

Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim menganggarkan Rp 25 miliar di program One Pesantren One Product (OPOP). Anggaran tersebut akan digunakan untuk penambahan dan pengembangan SMK berbasis pondok pesantren (ponpes) ini. Pasalnya, saat ini masih ada sekitar 267 SMK Mini yang masuk dalam jejaring OPOP.

Plt Kepala Dindik Jatim, Hudiyono menjelaskan di Jatim terdapat 325 pesantren yang memiliki SMK. 267 SMK berbasis pesantren telah dibina melalui program SMK mini selama beberapa tahun ini.

Rencananya, jumlah tersebut akan ditambahkan 100 lembaga SMK berbasis pesantren. Dengan begitu, pihaknya telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 25 miliar. Masing-masing lembaga akan dialokasikan sebesar Rp 250 juta untuk pengembangan produknya dalam OPOP.

“Yang dibina oleh Dindik Jatim ini 267 lembaga yang sudah mandiri, secara otomatis akan terintegrasi dengan OPOP. Tinggal bagaimana penguatan produksinya, pengembangannya, dan jejaring ekspor produknya,” ungkap dia, Minggu (11/8).

Tidak hanya itu, OPOP juga akan menyasar Madrasah Aliyah (MA) yang ada di pondok pesantren untuk terlibat. Hal itu dilakukan untuk membekali siswa dengan keterampilan, karena fokus program OPOP sendiri akan menyasar pada tiga pilar. Yakni santri, pesantren, dan socio presantren yang akan menyasar lulusan dan alumni pesantren.

Diakui Hudiyono, dari program yang digagas Gubernur Khofifah tersebut pihaknya sudah menyiapkan berbagai aspek. Mulai dari penguatan sarana prasarana, penguatan kurikulum, hingga diteruskan pada penguatan link and match dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).

“Tinggal memberikan penguatan secara makro. Penguatan branding ini akan jadi fokus utama dalam OPOP dan akan berkolaborasi dengan berbagai OPD (Organisasi Perangkat Daerah) di Pemprov Jatim,” tuturnya.

[Selengkapnya …]