Ada Kontraktor Minta ‘Diskon’ Proyek JLS 30 Persen

44

Jalan Lintas Selatan (JLS) atau ring road yang direncanakan bisa mengurai kemacetan di poros utama masuk Kota Tuban, diperkirakan menelan anggaran Rp 68 miliar.

Ternyata untuk lelang proyek prestisius itu, masih ada rekanan atau kontraktor yang menawar dengan diskon sampai 30 persen dari nilai pagu di atas.

Munculnya fenomena penawaran murah untuk lelang proyek fisik itu membuat resah dewan.

Ketua DPRD Tuban, Miyadi pun mengaku tidak habis pikir ada kontraktor yang berani menawar namun turun 30 persen dari nilai fisik Rp 68 miliar.

Menurutnya, selama bertahun-tahun mengawasi proyek APBD, baru kali ini lelang berjalan seperti itu.

“Saya tidak habis pikir mengapa kontraktor berani menawar dengan nilai turun sampai 30 persen,” kata Miyadi kepada wartawan, Rabu (3/7).

Miyadi berharap tidak ada kendala teknis bagi kontraktor saat mengerjakan proyek yang ditawar murah itu. Pengawasan ketat akan dilakukan.

“Komisi D selaku yang membidangi pengawasan akan diterjunkan untuk memonitor proyek tersebut. Kalau perlu saya sendiri juga akan ikut mengawasi,” tegasnya.

Sekadar diketahui, proyek JLS dibagi menjadi tiga plot pengerjaan. Untuk plot 1 dipatok nilai pagu Rp 24 miliar namun ditawar menjadi Rp 16 Miliar. Plot kedua dari pagu Rp 22 Miliar, ditawar menjadi Rp 15,5 Miliar, dan Plot ketiga dari Rp 22 Miliar ditawar menjadi Rp 15,5 Miliar.

Proyek JLS dimulai dari pertigaan Desa Tunah, lalu berlanjut ke Desa Kowang hingga Desa Penambangan, Kecamatan Semanding. Setelah itu JLS menyambung di Desa Sugiharjo, Kembangbilo, dan Mondokan, Kecamatan Tuban.

[Selengkapnya …]