Pemkot Surabaya Kucurkan Rp 8 Miliar untuk Pengembangan Kebun Raya

122

Pembangunan infrastruktur terus berlangsung di kawasanm Ekowisata Mangrove Wonorejo dan Gununganyar. Varietas hayati juga terus ditambah dan dikembangkan. Pemkot Surabaya mengucurkan Rp 8 miliar untuk dua kebun raya tersebut.

Kebun Raya Mangrove akan dikembangkan di kawasan Ekowisata Mangrove Wonorejo hingga Gunung Anyar. Luasnya 61,6 hektare. Kawasan itu bakal menjadi lokasi ekowisata dengan multikonsep. Yaitu, konservasi, riset, dan edukasi. Lokasi terpadu tersebut diklaim sebagai yang pertama di Indonesia.

Apa saja yang akan dibangun? Ada jembatan bambu di atas dua boezem. Jembatan itu bisa dilalui pengunjung di antara rimbunnya pepohonan mangrove. Di Gunung Anyar pun infrastruktur ditambah. Ada pembangunan menara pantau, pendapa, hingga lintasan jogging. Keliling hutan mangrove.

Kabid Ekonomi Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Ivan Wijaya menjelaskan, pembangunan dua kawasan ekowisata itu dilakukan bersama pemerintah pusat. “Saat ini masih tahap penyusunan masterplan oleh Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat),” ujarnya.

Menurut Ivan, pengembangan kawasan tersebut juga berfokus pada penambahan varietas tanaman. Saat ini di Ekowisata Mangrove Wonorejo baru ada 24 jenis tanaman. Di Gunung Anyar baru 22 jenis. “Nanti koleksi ditambah dari berbagai daerah lain. Totalnya 14 jenis lagi,” jelasnya.

[Selengkapnya …].