Diklat Keprotokolan bagi Pegawai BPK Perwakilan Provinsi Jawa Timur

Tingginya intensitas kegiatan pimpinan BPK Pusat di Provinsi Jawa Timur selama tahun 2018 menuntut kesiapan sumber daya kesekretariatan di lingkungan BPK Perwakilan Provinsi Jawa Timur untuk memberikan dukungan dan pelayanan terbaik agar kegiatan pimpinan dapat terselenggara dengan lancar. Salah satu layanan yang vital dalam mendukung kegiatan pimpinan adalah fungsi keprotokolan yang dijalankan oleh petugas protokol.

Protokol mempunyai peran yang strategis dalam pengaturan suatu kegiatan organisasi. Dalam mengatur hubungan pimpinan/organisasi dengan pimpinan/organisasi lainnya atau dengan masyarakat, seorang protokol harus mampu menjabarkan dan menjembatani keinginan berbagai pihak untuk mencapai suatu tujuan bersama guna terselenggaranya acara dengan baik dan lancar.

Saat membuka kegiatan Diklat Keprotokolan bagi pegawai BPK Perwakilan Provinsi Jawa Timur, Senin (12/11), Kepala Perwakilan Provinsi Jawa Timur Harry Purwaka menyebut bahwa terkait dengan pelaksanaan fungsi keprotokolan, petugas protokol di lingkungan BPK Perwakilan Provinsi Jawa Timur dituntut memiliki kompetensi dan kapabilitas yang memadai sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Salah satu kompetensi yang harus dimiliki adalah pengetahuan dan kemampuan petugas protokol mengenai ketentuan-ketentuan yang berlaku dalam keprotokolan dan kebiasaan-kebiasaan yang dapat diterima secara umum. Hal itu untuk memastikan agar pimpinan memperoleh perlakuan dan penghormatan yang pantas dalam setiap acara yang diikuti.

Diklat Keprotokolan bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan terkait tugas keprotokolan. Pada diklat yang bertempat di Ruang Auditorium Kantor BPK Perwakilan Provinsi Jawa Timur ini, Badan Diklat Pemeriksaan Keuangan Negara (Badiklat PKN) menugaskan Pulung Tri Anggoro sebagai instruktur/fasilitator. Selama dua hari pelaksanaan diklat, yaitu 12 s.d. 13 November 2018, para peserta diklat memperoleh penjelasan tentang peraturan-peraturan terkait keprotokolan serta terlibat diskusi kelompok dalam membahas studi kasus kegiatan keprotokolan.

Seluruh peserta diklat yang berjumlah 37 orang mengikuti kegiatan diklat secara aktif. Pada penutupan diklat, sebagai bentuk apresiasi, panitia diklat memberikan doorprize kepada lima peserta yang meraih nilai evaluasi post-test paling tinggi. Saat menutup kegiatan diklat, Kepala Sekretariat Perwakilan Pujo Sumekto berpesan agar ilmu yang diperoleh melalui diklat dapat dipahami dan diterapkan oleh para peserta dalam pelaksanaan tugas keprotokolan di lingkungan BPK.