Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-90

99

Sidoarjo, 29 Oktober 2018 – Pemuda zaman now harus sanggup membuka pandangan ke luar batas-batas tembok kekinian dunia demi menyongsong masa depan dunia yang lebih baik. Pemuda masa kini tidak boleh kalah dari pemuda generasi terdahulu yang mampu keluar dari jebakan sikap-sikap primordial suku, agama, ras, dan kultur sehingga mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa.

Pesan tersebut disampaikan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Imam Nahrawi, melalui pidato yang dibacakan oleh inspektur upacara pada Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-90 Tahun 2018. Upacara bertempat di halaman Kantor BPK Perwakilan Provinsi Jawa Timur dan diikuti oleh seluruh pegawai.

Dalam pidatonya, Menpora menyebut bahwa revolusi mental yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo sangat relevan dalam mewujudkan pemuda Indonesia yang maju, yaitu berkarakter, berkapasitas, dan berdaya saing. Menpora juga menyinggung raihan prestasi Indonesia dalam perhelatan Asian Games dan Asian Para Games 2018, yang mayoritas dicapai oleh atlet-atlet muda Indonesia. Dengan mengambil tema “Bangun Pemuda Satukan Indonesia”, Menpora mendorong para pemuda untuk ikut berperan dan bertanggung jawab dalam menyukseskan Pemilihan Umum yang akan digelar pada tahun 2019.

Pidato Menpora dibacakan oleh Kepala Subauditorat Jawa Timur II Imam Muslich yang bertindak sebagai inspektur upacara. Sementara itu, petugas upacara adalah para pegawai dari Subauditorat Jawa Timur III, dan Wenda Zuretsa Fahriantika sebagai komandan upacara. Selain pembacaan Pancasila dan Pembukaan UUD 1945, dalam upacara kali ini seluruh peserta turut mengikrarkan sumpah pemuda yang dibacakan pada Kongres Pemuda Tahun 1928 sebagai wujud persatuan dan kesatuan bangsa.