Proyek Ubalan Mojokerto Senilai Rp 19 Miliar Masuk Waktu Kritis

Proyek Pembangunan Wisata Ubalan Pacet, Kabupaten Mojokerto yang menelan anggaran Rp 19 miliar memasuki waktu kritis. Karena hingga waktu tinggal tiga hari kerja, pekerjaan menjadikan Ubalan sebagai Water Park berkelas nasional, pekerjaan masih belum rampung.

Dikhawatirkan, jika pekerjaan dihentikan dan dibayar sesuai yang dikerjakan maka Pemkab Mojokerto yang dirugikan. Karena sudah membayar dengan anggaran yang besar namun hasilnya belum bisa dimanfaatkan masyarakat.

”Sesuai kontrak waktu pekerjaan tinggal tiga hari lagi, sesuai masa kontrak tanggal 20 Desember harus selesai, kalau tidak, otomatis waktu pengerjaan harus ditambah dengan konsekwensi denda,” kata Djoko Widjayanto, Kepala Disparpora Kabupaten Mojokerto.

Djoko menjelaskan, progres pembangunannya beberapa hari lalu sudah mencapai di atas 90%. Pihaknya berencana Senin (18/12) hari ini akan mengevaluasi akhir secara total terkait progres proyek pariwisata terbesar di Kabupaten Mojokerto ini.

”Beberapa waktu lalu sudah di atas 90%, Senin akan dikumpulkan kontraktor pelaksana dan pengawas karena masa kontraknya habis tanggal 20 Desember 2017,” imbuhnya.

Djoko juga mengatakan, saat evaluasi akhir nanti akan diketahui sejauh mana penyelesaian pekerjaannya. Sekarang belum bisa menjelaskan apa akan ada perpanjangan waktu atau tidak, karena belum diputuskan. ”Tunggu hari Senin setelah evaluasi nanti saya kabari perkembangannya,” tambahnya.

Proyek pembangunan Wisata Ubalan Pacet diharapkan bisa selesai dalam tahun ini, sehingga bisa segera dimanfaatkan. Bahkan proyek ini sebelumnya diharapkan bisa dimanfaatkan sebelum libur Natal dan Tahun baru. Pembangunan Wisata Ubalan Pacet dikerjakan PT SAMACO Malang dengan anggaran sebesar Rp 19 miliar.

[Selengkapnya …]