Pemkot Surabaya Bangun Enam Pasar Tradisional untuk PKL

310

Di tengah polemik yang terjadi di internal PD Pasar Surya, pemkot justru merencanakan pembangunan enam pasar tradisional baru. Anggaran pembangunan sudah masuk APBD 2018. Pasar tersebut bakal menampung para pedagang kaki lima (PKL) di Surabaya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Agus Imam Sonhaji menyatakan, program itu bertujuan meningkatkan perekonomian lokal dengan pertumbuhan 6,4–7 persen. Selain pasar tradisional di enam lokasi, pemkot akan membangun sentra usaha mikro di dua lokasi.

Proyek tersebut diserahkan kepada dinas perumahan rakyat dan kawasan permukiman cipta karya dan tata ruang (DPRKP CKTR). ’’Setelah dibangun, pasar tradisional itu dikelola langsung oleh PD Pasar Surya,” ujarnya.

Menurut Agus, pembangunan pasar tradisional sangat dibutuhkan. Sebab, banyak warga ingin membuka usaha, tapi tidak memiliki tempat. Sebelumnya, ada sekitar 63 pasar tradisional. ’’Sasarannya memang berbeda dengan pasar tradisional yang ada sebelumnya,” katanya.

Pembangunan pasar tradisional tersebut membutuhkan anggaran Rp 1,5 miliar hingga Rp 3 miliar per lokasi. ’’Detail rencana pembangunan masih dibahas lebih jauh oleh DPRKP CKTR,” ucapnya.

Agus melanjutkan, pemkot ingin menghidupkan urban tourism (wisata kota) di Surabaya. Nah, pasar tradisional menjadi salah satu tempat potensial untuk mendatangkan banyak orang. Karena itu, tahun depan, pemkot akan bekerja keras untuk menata pasar tradisional. ’’Ada beberapa pasar tradisional yang akan dibuat tematik,” terangnya.

Pasar tradisional yang dibuat tematik, antara lain, Pasar Keputran, Genteng, dan Tunjungan. Pasar-pasar tersebut bakal ditata sedemikian rupa sebagai jujukan wisata.

Agus mencontohkan Pasar Genteng yang menjual buah-buahan dengan kualitas menengah ke atas. Tempat itu bisa dijadikan pasar buah segar sekaligus olahannya. ’’Jadi, ketika orang ingin mencari buah dan menikmati jus atau olahan buah lainnya, jujukannya langsung ke Pasar Genteng,” jelasnya.

Selain itu, Pasar Tunjungan mulai direvitalisasi sebagai pusat oleh-oleh. Pemkot memang berencana mengembangkan kawasan Jalan Tunjungan.

[Selengkapnya …]