98 Persen BLT Dana Desa di Kabupaten Sidoarjo Cair

225

Bantuan langsung tunai (BLT) dari dana desa Rp 600 ribu per bulan di Kabupaten Sidoarjo hampir tuntas tersalurkan. Sudah sekitar 98,60 persen. Di antara 322 desa, tinggal dua desa yang penyaluran tahap pertama belum selesai. Lebaran ini seluruhnya dicairkan.

BLT dana desa diberikan untuk 48 ribu keluarga penerima manfaat (KPM) yang terdampak Covid-19. Yaitu, selain warga yang terdaftar dalam data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS).

”Besok (hari ini, Red) semoga beres. Sebab, ada desa yang memang BPD (badan permusyawaratan desa) belum disahkan. Tiga hari lalu laporan ke pemkab,” terang Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Fredik Suharto.

Jika ditotal, sampai saat ini yang sudah tersalurkan mencapai Rp 116,8 miliar. ”Yang tahap kedua dibagikan mulai awal Juni,” tambahnya. Data penerima BLT dana desa sangat fleksibel. Warga yang terdampak maupun tidak terdampak bisa melapor.

Misalnya, ada warga yang sudah mampu dan tidak bersedia menerima bantuan. Mereka boleh menolak. Warga terdampak dan tidak mampu yang belum mendapat bantuan pun bisa melapor ke RT. ”Lebih dari 60 persen dari KK di Sidoarjo bisa ter-cover bantuan. Setiap laporan dari masyarakat kita tindak lanjuti,” terang Plt Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin.

Di sisi lain, bantuan sosial tunai (BST) senilai Rp 600 ribu tahap pertama dari Kementerian Sosial RI (Kemensos) masih terus dibagikan. Penerimanya adalah warga yang masuk DTKS, tapi tidak terdaftar dalam penerima bantuan sosial lain dari pemerintah pusat.

Dinsos mendata, ada 44.742 KPM yang akan menerima bantuan. Namun, saat ini masih 39.095 KK yang akan dapat. Sedangkan 5.647 KK sisanya masih diajukan kembali oleh Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo ke Kemensos. ”Penyaluran terus berjalan. Sekarang (kemarin, Red) sudah 53,80 persen tersalur,” terang Kepala Dinsos Sidoarjo Tirto Adi.

[Selengkapnya …]