Pemkab Tulungagung Harus Hadir di Tengah Masyarakat

43

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Provinsi Jatim, Dr Supriyanto SH MH, mengingatkan Pemkab Tulungagung untuk selalu hadir di tengah masyarakat. Mereka harus mampu mendengar yang tidak didengar dan mampu melihat sesuatu yang tidak terlihat.

“Itu artinya apa. Kalau ada jalan yang rusak segera diperbaiki. Jangan menunggu ditanami pisang. Masyarakat harus merasakan kehadiran pemerintah,” ujarnya di acara serah terima jabatan (sertijab) pejabat (pj) Bupati Tulungagung kepada Plt Bupati Tulungagung di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Jumat (8/2) siang.

Selain itu, ia pun menuturkan para pejabat di Tulungagung untuk belajar dari sejarah. Jangan sampai masalah yang lama terulang kembali.

Dalam acara sertijab kemarin, Supriyanto mewakili Gubernur Jatim, Dr Soekarwo. Ia menyaksikan sertijab Bupati Tulungagung dari Pj Bupati Tulungagung, Dr Jarianto MSi, pada Plt Bupati Tulungagung, Drs Maryoto Birowo MM.

Menurut Supriyanto, sertijab Bupati Tulungagung harus dilaksanakan karena amanat undang-undang (UU) dan peraturan pemerintah (PP), kendati waktunya relatif lama dari waktu pelantikan pada 25 September 2018 silam. “Ini bukan formalitas. Ini amanat UU dan PP, sertijab bisa kepada bupati atau wakil bupati karena bupatinya posisinya lagi tidak ada,” katanya seusai acara sertijab.

Sementara itu, Maryoto Birowo menyatakan keoptimisannya dalam menjalankan roda pemerintahan di Tulungagung. Apalagi baru-baru ini mendapat nilai SAKIP yang cukup memuaskan.

“Program sudah ada. Anggaran jelas, tinggal menggerakkan SDM dengan baik,” katanya.

Dengan adanya sertijab, lanjut mantan Sekda Tulungagung ini, ia akan melanjutkan program-program yang belum terselesaikan pada masa pemerintahan lalu. “Dulu kami kan sempat vakum antara enam sampai tujuh bulan. Batasan memori ini yang kemudian harus dilakukan sertijab,” ucapnya.

Sedang Jarianto, menyatakan terima-kasih pada masyarakat Tulungagung selama menjabat sebagai Pj Bupati Tulungagung. Ia mengaku bangga karena selama kepemimpinannya Tulungagung tetap mampu berprestasi di kancah nasional.

“BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) predikatnya opini WTP. Sebagai kota layak anak dan masih banyak lagi. Kemudian waktu pilkada tingkat kehadiran pemilih cukup besar, yakni mencapai 73,6 persen,” paparnya.

[Selengkapnya …]