Serapan Dana Desa Jatim Terbaik di Indonesia

46

Sepanjang tahun 2018, pemerintah pusat telah mengalokasikan Rp 6,344 triliun untuk Provinsi Jatim. Dari jumlah tersebut, 99,2 persen atau Rp 6,32 triliun telah berhasil diserap. Pencapaian tersebut diakui Presiden Joko widodo sebagai serapan terbaik di Indonesia.

Terkait hal tersebut, Presiden RI Joko Widodo, Provinsi Jatim merupakan satu-satunya daerah yang mengalami kemajuan begitu cepat dan serapan dana desanya juga paling tinggi, yakni sebesar 99,6 %. Karena itu, pihaknya menyampaikan terima kasih kepada para pendamping desa yang telah membimbing masyarakat untuk mengelola dana yang jumlahnya dari tahun ke tahun terus bertambah. “Pendamping desa adalah pahlawan desa yang bekerja keras untuk memajukan desa sebagai pondasi kemajuan bangsa,” ungkap Jokowi di acara Sosialisasi Prioritas Penggunaan Dana Desa di Gedung DBL Graha Pena Jl. A. Yani Surabaya, Sabtu (2/2).

Jokowi berharap agar perputaran uang dana desa yang digulirkan tidak sampai keluar dari desa. Artinya, semua dikelola oleh warga desa sendiri, termasuk bahan bakunya. “Dengan demikian, hasilnya bisa dirasakan oleh semua masyarakat desa yang pada akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” terangnya.

Beberapa harapan yang diinginkan Presiden Jokowi dari bergulirnya dana desa antara lain agar ekonomi masyarakat bisa semakin bergerak, dapat memberdayakan masyarakat melalui padat karya dengan membuka lapangan kerja, serta mempercepat perputaran keuangan di desa. “Dan ke depan diutamakan untuk pengembangan perekonomian mandiri dan inovasi masyarakat,” tutur Presiden Jokowi.

Sementara itu, Gubernur Jatim, Dr H Soekarwo berharap agar penggunaan dana desa yang digulirkan pemerintah dapat semakin memberdayakan ekonomi masyarakat, khususnya untuk memberdayakan kaum perempuan. Di sisi lain, dana desa juga sangat diperlukan untuk membenahi sarana dan prasarana desa sebagaimana yang telah dilaksanakan sejak 2015. “Dan itu nyata-nyata bisa disaksikan hasilnya pada saat ini, walaupun belum menyentuh pada pemberdayaan masyarakat terutama kaum perempuan,” ujar Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Jatim Soekarwo.

Pakde Karwo mengatakan, sejak empat tahun lalu dana desa digulirkan, 84,5 persen penyerapan masih dipergunakan untuk pembangunan sarana dan prasarana desa. Sedangkan untuk pemberdayaan masyarakatnya masih sebesar 13 persen.

Melihat masih kecilnya prosentase untuk pemberdayaan masyarakat, orang nomor satu di Jatim itu berharap agar ke depan pemberdayaan tersebut bisa lebih ditingkatkan lagi, utamanya untuk kaum perempuan. “Agar hasilnya bisa untuk mewujudkan percepatan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” terangnya.

Khusus penggunaan dana desa yang digunakan untuk infrastruktur, Pakde Karwo berharap agar alokasi penggunaannya lebih diarahkan untuk mendukung kegiatan perekonomian masyarakat. Yakni sarana prasarana pertanian, seperti irigasi, pembibitan, embung, pengadaan teknologi tepat guna (TTG) dan pengolahan produk-produk pertanian lainnya.

Sejak dikucurkan pada 2015 sampai 2018, dana desa yang diterima Provinsi Jatim total mencapai Rp 19,865 Triliun. Anggran tersebut dimanfaatkan oleh 7.724 desa yang tersebar di 30 kabupaten/kota. Khusus di 2018, total dana desa yang diterima sebesar Rp 6,344 Triliun. Hingga Desember 2018, dana tersebut telah terealisasi sebesar Rp 6,32 Triliun (99,62 persen). Anggaran tersebut dipergunakan untuk sarana dan prasarana sebesar Rp 5,340 Triliun (84,5 persen), pemberdayaan masyarakat sebesar Rp 867,1 miliar (13,72 persen), penyelenggaraan pemerintah desa sebesar Rp 37,9 miliar (0,6 persen), serta pembinaan kemasyarakatan sebesar Rp 74,6 miliar (1,18 persen).

Adapun hasil yang dapat dinikmati masyarakat antara lain jalan desa sepanjang 25.441.630 meter, jembatan 223.171 meter, pasar desa 1.542 unit, BUMDes 2.183 kegiatan, tambatan perahu 112 unit, embung desa 160 unit, irigasi 6.645 unit, serta sarana olah raga 1.948 unit.

Selain itu, juga untuk pembangunan air bersih 12.781 unit, Mandi Cuci Kakus (MCK) 34.781 unit, sumur 990 unit, Polindes/Poskesdes 1.191 unit, PAUD/TK/Sekolah 4.109 kegiatan, Posyandu 1.657 unit, drainase 3.577.955 meter dan penahan tanah sebanyak 21.713 unit.

[Selengkapnya …]