Proyek RPH Krian Jadi Sorotan – Tahun Anggaran Sudah Habis Masih Dikerjakan

35

Proyek pembangunan yang molor kembali menjadi sorotan Bupati Sidoarjo Saiful Ilah. Di antaranya adalah proyek pembangunan gedung RPH (rumah potong hewan) modern di Krian.

Bupati Saiful Ilah, dari evaluasi yang dilakukan, progres pembangunan RPH modern di Krian baru berjalan sekitar 77 persen. Bukan 85 persen seperti saat dirinya sidak ke sana akhir tahun lalu.

“Ternyata baru 77 persen saja, ini berdasar evaluasi yang telah dilakukan,” ungkap bupati.

Pihaknya pun berharap, dinas maupun kontraktor yang mengerjakan segera menuntaskan pembangunan ini agar rencana pembangunan tetap berjalan sebagaimana yang direncanakan.

Proyek ini didanai APBD tahun 2018 dengan anggaran cukup besar, mencapai Rp 8 miliar. Namun sampai masa anggaran habis, ternyata pengerjaanya belum rampung.

Pantauan di lokasi, proyek itu masih dikerjakan. Beberapa pekerja nampak sibuk beraktivitas di bangunan yang belum diaci, belum ada paving, belum ada pengecatan, listrik, drainase, lantai, dan sebagainya. Artinya, kendati sudah melewati masa anggaran 2018, tidak ada pemutusan kontrak dari dinas kepada perusahaan penggarap. Proyek masih berjalan di tahun 2019.

Terpisah, Ketua Komisi C DPRD Sidoarjo, Abdilah Nasih mengaku telah mengevaluasi terhadap proyek-proyek Pemkab yang belum rampung.¬†“Dinas dan beberapa pihak terkait sudah kami ajak bertemu dalam evaluasi ini. Memang ada beberapa proyek belum tuntas, salah satunya pembangunan RPH Krian,” ungkapnya, Kamis (10/1).

Tentang kondisi di lapangan masih ada pengerjaan, pihaknya mengaku belum tahu pasti dasar kontraktor melanjutkan pekerjaan itu. Apakah ada adendum, penambahan waktu atau alasan lain.

“Secara ketentuan memang anggaran 2018 harus selesai di tahun tersebut. Tapi kan ada aturan lain yang membolehkan melanjutkan pekerjaan atau penambahan waktu. Nah untuk proyek ini alasannya apa, kami akan kroscek,” tandasnya.

[Selengkapnya …]