RAPBD Kabupaten Jember TA 2019 Prioritaskan Hibah dan Pariwisata

37

Rancangan APBD tahun anggaran 2019 Kabupaten Jember diproyeksikan akan menaikkan anggaran hibah kepada masyarakat.

“Ini hanya pengelompokan nomenklatur saja,” ujar Bupati Jember dr. Faida usai penyampaian nota pengantar RAPBD 2010 di Gedung DPRD Jember, Senin (15/10) kemarin.

Menurut Faida, dana hibah tahun sebelumnya (2018) tidak semuanya terealisasi. Sebagian besar hibah bansos tersebut dialihkan kepada belanja langsung.

“Misalnya, semula pengajuan bantuan melalui dewan sebesar Rp. 100 juta untuk satu kelas. Maka, dialihkan dengan pembangunan langsung melalui Dinas Pendidikan. Jadi, janji kepada masyarakat tetap terealisasi. Tapi bukan berupa uang tunai, berupa bangunan,” terangnya.

Selain itu, bertambahnya anggaran hibah juga dikarenakan bantuan beasiswa yang diberikan kepada mahasiswa juga meningkat. “Beasiswa ini bukan program Dinas Pendidikan tapi langsung dari Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Karena itu, harus ada nama dan alamat penerimanya sebelum ditetapkan dalam peraturan daerah,” ujarnya.

Bantuan kepada takmir masjid dan guru ngaji termasuk juga dalam nomenklatur hibah bansos. Termasuk juga bantuan kepada lansia dan difabel, yang datanya lebih lengkap dengan jumlah yang lebih banyak.

Bahkan Tahun 2019, Bupati juga memprogramkan hafidz dan hafidzah mendapatkan beasiswa. Minimal satu juz bisa mendapatkan beasiswa. SD, SMP, SMA, mahasiswa, juga santri pondok pesantren.

“Hafidz dan hafidzah adalah aset bangsa. Siapa pun mereka, minimal satu juz akan kita beasiswa dan asuransi kesehatan,” terangnya.

Selain hibah, Bupati Faida juga prioritaskan pariwisata yang merupakan masuk agenda 22 janji kerja Bupati. ”Tahun ketiga ini kita lebih mengarah pada sektor pariwisata. Wisata Berbudaya. Sehingga, fasilitas penunjang pariwisata diperbaiki. Seperti halte, jalan, bandara. Termasuk becaknya, menjadi becak wisata,” jelasnya.

[Selengkapnya …]