Jalan Desa di Gresik Masih Rusak Parah

42

Kerusakan Jalan Raya Gempolkurung, Menganti, semakin parah. Jalur akses wilayah Menganti ke Benowo, Surabaya, itu belum juga diperbaiki. Sebagian sudah hancur. Aspal tak tersisa lagi.

”Kalau lewat sini harus pelan. Hati-hati betul,” kata Widodo, warga setempat. Dia benar. Berdasar pantauan Jawa Pos di lokasi, ada sekitar 100 meter jalan yang benar-benar rusak parah. Lubang terlihat di sana-sini. Pengendara hampir tidak bisa memilih jalan yang bisa enak dilewati. Padahal, lebar jalan sekitar 6 meter.

Widodo menceritakan, ada seorang perempuan yang pernah jatuh tersungkur di jalan tersebut. Sepeda motornya terperosok lubang. Dia patah tulang. Ada juga yang pernah celaka sampai meninggal. ”Korbannya terutama perempuan. Tidak kuat mengendalikan motor,” tuturnya.

Kapan Jalan Gempolkurung mulai rusak? Kata Widodo, itu terjadi pada musim hujan lalu. Lama-lama, badan jalan tergerus oleh terjangan air. Kadang-kadang sungai meluap. Aspal semakin cepat rusak. Widodo berharap pemerintah segera memperbaki jalan desanya tersebut.

Keluhan warga itu mendapat respons positif Ketua Komisi III DPRD Gresik Asroin Widyana. Dia meminta dinas pekerjaan umum dan tata ruang (PUTR) selaku pengguna anggaran bekerja cepat. Perbaikan jalan jangan ditunda terlalu lama. ”Jalan bisa semakin rusak parah,” ujarnya.

Di sisi lain, proyek-proyek jalan rusak belum masuk tahap lelang. Hingga pertengahan Mei ini, baru 4 di antara 15 proyek yang masuk proses lelang di website layanan pengadaan secara elektronik (LPSE). Salah satunya, ruas Jalan Menganti–Kepatihan.

Pagu anggarannya Rp 14 miliar. Jumlah rekanan yang telah mendaftar sampai 71 perusahaan. ’’Saat ini masih tahap pembuktian kualifikasi,” kata Kabag Bidang Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (BLPBJ) Oedi Magiantonius kemarin.

Selain Menganti–Kepatihan, ada tiga proyek jalan yang ditayangkan di LPSE. Yaitu, Jalan Betoyo–Dagang dengan pagu Rp 2,76 miliar, Jalan Driyorejo–Lakarsantri dengan pagu anggaran Rp 12 miliar. Serta proyek peningkatan Jalan Karangandong– Kesamben Kulon dengan pagu Rp 13 miliar.

[Selengkapnya …]