Pembangunan Jembatan Jadi Prioritas Pemkab Probolinggo

100

Pemerintah Kabupaten Probolinggo terus berpacu meningkatkan kondisi infrastruktur daerah. Seperti tahun sebelumnya, tahun 2018 ini pembangunan jembatan menjadi salah satu perhatian dalam upaya peningkatan perekonomian masyarakat dan daya saing daerah.

“Logikanya, jikalau jembatannya berkeselamatan, masyarakat akan memperoleh kemudahan untuk beraktivitas, misalnya ke sekolah, Puskesmas, pasar dan tempat lainnya. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Pemkab Probolinggo, Tutug Edi Utomo, Selasa (24/4).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Prijono menjelaskan, tahun ini Pemkab Probolinggo akan membangun 7 unit jembatan, 4 jembatan di antaranya skala kabupaten dan 3 jembatan skala desa. Dengan rincian 5 jembatan beton dan 2 jembatan gantung.

Prijono mengatakan, pembangunan jembatan gantung yang melintas sungai Rondoningo di Desa Opo-Opo, Kecamatan Krejengan, adalah salah satu yang sedang dikerjakan tahun ini. Jembatan yang didanai dari APBD senilai 800 juta ini, diharapkan mampu menghubungkan Dusun Kedung Miri dengan Dusun Gunung Wurung di desa setempat.

Data yang dirilis Diskominfo menerangkan, jembatan gantung di Desa Opo-Opo, Kecamatan Krejengan ini, akan dibangun dengan bentang 35 meter, lebar 1,6 meter. Sementara untuk ketinggiannya adalah setinggi 5 meter dari rata-rata permukaan air sungai dengan konstruksi baja yang dilengkapi kawat seling berkapasitas total 2 ton. “Diperkirakan pembangunan itu memakan waktu sekitar 5 bulan,” katanya.

Masyarakat Dusun Kedung Miri yang berjumlah 50 KK telah mengajukan proposal kebutuhan prioritas masyarakat antara lain pembangunan jalan dan jembatan. Jembatan gantung sedang dibangun dengan dana APBD Kabupaten Probolinggo tahun 2018 ini.

Dalam nomenklatur disebutkan ada tiga jenis pekerjaan jembatan yaitu pembangunan, peningkatan, dan pemeliharaan. Pembangunan jembatan dilaksanakan dengan membangun bentang jembatan dan memperkuat pondasi jembatan. Sementara peningkatan jembatan dilaksanakan dengan memperkuat dan memperlebar jembatan. Kemudian pemeliharaan jembatan dilaksanakan dengan memperbaiki jembatan yang mengalami kerusakan, jelasnya.

Sampai dengan tahun 2017 lalu, dari total jembatan kabupaten sebanyak 234 unit, kondisinya dalam keadaan baik sebanyak 177 unit, kondisinya rusak sedang sebanyak 54 unit dan kondisinya rusak sebanyak 3 unit, paparnya.

Dengan dibangunnya jembatan yang ada maka derita anak-anak di Dusun Kedung Miri, Desa Opo Opo, Kecamatan Krejengan, dalam menantang maut menyeberangi sungai saat akan berangkat ke sekolah, kemungkinan besar akan berakhir.

Tim dari Pemerintah Kabupaten Probolinggo, mulai dari Pelaksana harian Bupati saat itu, Kepala Bappeda, dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat langsung mensurvey lokasi yang akan dibangun jembatan. Jembatan yang akan dibangun nantinya, menggunakan jenis jembatan gantung yang memiliki panjang 35 meter dengan lebar 1,6 meter, dan terbuat dari plat baja dengan tali seling baja, terangnya.

Dalam pengerjaan jembatan ini, pemerintah menganggarkan dana sebesar Rp 800 juta dan dimulai bulan Marat kemarin. Ditargetkan jembatan ini sudah dipakai 4 sampai 5 bulan kemudian. Pihak pemerintah sebetulnya sudah menganggarkan jauh hari. “Anggarannya sudah ada sejak lama, dan baru dibangun pada tahun 2018 ini,” tandasnya.

Warga di dusun ini, khususnya anak-anak, menyambut senang atas perhatian dari pemerintah setempat. Derita mereka yang menantang maut dengan menerjang arus saat menyeberangi sungai dipastikan akan tinggal cerita. Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan anak Dusun Kedung Miri, Desa Opo Opo, harus menerjang arus sungai saat menyeberangi sungai berangkat ke sekolah. Di dusun ini setidaknya ada 200 jiwa, dan sehari-hari harus melewati sungai saat pergi ke dusun sebelah, tambahnya.

[Selengkapnya …]