Terpaksa Utang Ratusan Juta – Dana BOS SMA/SMK di Jatim Telat Cair

155

Memasuki akhir triwulan pertama, Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SMA/SMK negeri belum juga cair. Akibatnya, sekolah harus utang hingga ratusan juta untuk menutup biaya operasional selama tiga bulan ini.

Di Surabaya, salah satu SMK telah menumpuk utang selama tiga bulan terakhir mencapai Rp 400 juta. Pinjaman itu untuk menutupi kebutuhan operasional sekolah, mengingat BOS terlambat.

Jumlah pinjaman itu setara 50 persen pencairan BOS triwulan I di sekolah itu. Jadi, kalau cair ya langsung untuk bayar utang dulu.

“Cairnya sekitar Rp 800 juta, jadi 50 persen untuk bayar utang. Tetapi sampai sekarang belum cair dananya,” tutur salah satu Kepala SMK negeri di Surabaya yang tidak berkenan namanya disebut, kepada media, Kamis (22/3).

Pinjaman itu, lanjutnya, diperoleh bukan dari koperasi sekolah melainkan dari luar. “Kami cari pinjaman tetapi tidak pakai bunga,” tutur dia.

Di awal tahun ini, pencairan BOS dinilai cukup penting untuk memenuhi kebutuhan sekolah. Sebab, jenjang SMA/SMK pada Bulan Maret sudah menggelar Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN).

Di sisi lain, sekolah harus mempersiapkan diri untuk Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Sementara, pemasukan dari SPP tidak bisa diandalkan. “Tidak tahu kenapa, justru yang cair lebih dulu swasta,” ungkapnya.

Evaluasi BPK

Terkait hal itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim, Saiful Rachman mengakui, pencairan BOS untuk SMA/SMK negeri lebih lama daripada sekolah swasta.

Hal itu lantaran ada sejumlah proses evaluasi yang harus dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Sekarang selesai semua prosesnya, SPM (Surat Perintah Membayar-Red) sudah saya tandatangani dan sudah di BPKAD (Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah),” tutur Saiful.

Dalam waktu dekat, sekolah negeri akan menerima pencairan dana BOS. Setelah proses dari BPKAD, dana akan langsung transfer ke rekening masing-masing satuan pendidikan. “Paling lambat Senin (26/3) sudah cair semua,” tutur Saiful.

[Selengkapnya …]