DAK Pendidikan SMK di Jatim Turun Rp 58 Miliar

48

Pendidikan kejuruan mendapat perhatian khusus sejak Presiden Joko Widodo menginstruksikan adanya Revitalisasi SMK. Tak terkecuali di Kementerian Keuangan, SMK mendapat kucuran Dana Alokasi Khusus (DAK) yang cukup besar mencapai Rp 177 miliar tahun lalu. Sayang, nilai anggaran tersebut tahun ini mengalami penurunan hingga Rp 58 miliar dan tersisa Rp 199 miliar.

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim Dr Saiful Rachman menuturkan, fungsi DAK SMK digunakan untuk tiga hal utama. Antara lain fisik seperti ruang praktik siswa dengan perabotnya, kemudian peralatan serta pengadaan komputer. “Kalau pengadaan komputer itu gampang, pakai e-catalog seminggu bisa selesai dan tidak ada yang protes. Tapi kalau lelang butuh waktu bisa sampai dua bulan,” tutur Saiful.

Tahun lalu, dari total pagu Rp 177 miliar, Kementerian Keuangan merealisasikan penyaluran hanya sekitar Rp 142 miliar. Saiful menegaskan, realisasi DAK pendidikan SMK di Jatim mampu mencapai hampir 100 persen. Namun, capaian serapan tersebut sempat mengalami kendala lantaran harus dikebut saat akhir tahun pada Desember 2017.

“Desember masih bisa disalurkan setelah dapat surat dari Kementerian Keuangan. Masalahnya itu juknisnya berubah-ubah. Juknis dari Kemendikbud sendiri dan Juknis dari Kemendagri sendiri,” tutur Saiful. Sementara Kemenkeu, lanjut dia, targetnya adalah capaian serapan.

Tidak hanya tahun lalu, kendala pencairan DAK juga diprediksi terjadi tahun ini. Saiful mengaku, hingga saat ini belum ada juknis pencairan DAK dari pemerintah pusat. Sementara Juni mendatang, seluruh proses lelang harus sudah kelar. “Tahun ini kita tetap berusaha percepat, tapi terganjal dengan juknis,” tandasnya.

Lebih lanjut Saiful mengungkapkan, selain DAK, anggaran untuk bantuan peralatan SMK juga dialokasikan dari APBD provinsi. Tahun ini nilainya tidak jauh berbeda dengan tahun lalu, yakni sekitar Rp 200 miliar. Salah satunya ialah digunakan untuk mendukung peralatan SMK yang baru didirikan di kecamatan Arjasa kepulauan Sapeken Kabupaten Sumenep.

“Mulai tahun kemarin sudah menerima siswa. Kita dirikan sekolahnya dan peralatannya lewat anggaran dari APBD Jatim,” tandas Saiful.

Sementara itu, Kabid Pembinaan SMK Dindik Jatim Dr Hudiyono menambahkan, pembangunan SMK di Kepulauan Sapeken tersebut bertujuan untuk mempersiapkan tenaga kerja yang profesional berbasis keunggulan lokal. Di antaranya adalah jurusan TPHP (Teknik Pengolahan Hasil Perikanan) dan TSM (Teknik Sepeda Motor). “Khusus untuk TPHP ada program keahlian tentang cara produksi pengalengan ikan,” ungkapnya.

Dengan kegiatan manufaktur di bidang pengelolaan ikan, kata Hudiyono, diharapkan masyarakat setempat bisa meningkatkan taraf penghasilan dan memaksimalkan produk kelautan di Pulau Sapeken. “Jika ikan-ikan mentah ini diolah terlebih dahulu, harganya bisa naik dua kali lipat dengan harga awal yang tanpa diolah,” pungkas dia.

[Selengkapnya …]