Pemkab Gresik Bangun Kembali Jembatan Kayu yang Sudah Lapuk

75

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik memperbaiki tujuh jembatan pada 2018. Proyek-proyek infrastruktur itu tersebar di berbagai kecamatan. Total anggarannya mencapai Rp 19,73 miliar.

Salah satu yang diperbaiki adalah Jembatan Pandu, Kecamatan Cerme. Kondisi jembatan yang membentang di atas Kali Lamong itu mengkhawatirkan. Panjangnya 120 meter. Konstruksinya hanya terbuat dari papan kayu. Sudah rapuh pula. ’’Ini darurat. Kondisinya tidak layak lagi,’’ kata Abdul Rokim, ketua RT I, RW III, Dusun Pandu.

Menurut Rokim, Jembatan Pandu dibangun pada 1998. Sudah 20 tahun lalu. Tidak pernah ada perbaikan yang signifikan. Rehabilitasi cuma dilakukan secara swadaya oleh masyarakat. ’’Sifatnya hanya tambal sulam,’’ tuturnya. Misalnya, mengganti papan kayu yang rusak dan bolong-bolong. Tiang penyangga jembatan tidak pernah diganti.

Dinas Pekerjaan Umum (PU) Gresik melebarkan jembatan tersebut pada 2014. Sisi kanan dan kiri masing-masing 0,5 meter. Kini, lebarnya menjadi sekitar 3 meter. Cukup untuk lewat satu mobil.

Jembatan terasa bergoyang. Suara gaduh terdengar dari entakan kendaraan yang melintas di atas kayu penyangga jembatan. Papan kayu rapuh. Banyak yang bolongbolong. Satu papan dan papan lain direkatkan dengan kawat besi. ’’Jembatan ini memang sudah waktunya diperbaiki. Kalau bisa, dibangun total,’’ ujar Camat Cerme Suwartono.

Kepala Desa Pandu Gunawan sangat bersyukur. Jembatan desa tersebut dibangun tahun ini. Usul perbaikan disampaikan sejak 2015. Sejauh ini, dinas pekerjaan umum sudah mengecek dan mengukurnya.

Ketua Komisi III DPRD Gresik Asroin Widyana memastikan jembatan tersebut dibangun tahun ini. Dananya sekitar Rp 6,5 miliar. Asroin minta dinas PU segera melakukan lelang. ’’Ini penting agar pekerjaan mulai tepat waktu,’’ tegasnya.

[Selengkapnya …]