Jaga Kecepatan dan Ketepatan Anggaran

183

Memimpin institusi dengan nilai anggaran jumbo sekilas tampak begitu menyenangkan. Besarnya anggaran mengisyaratkan tanggung jawab kerja dan pertanggungjawaban yang sama besarnya. Mendapatkan kepercayaan semacam itu, Dr Saiful Rachman berusaha menunjukkan totalitasnya.

Birokrat yang kini duduk sebagai Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim itu cukup perfeksionis dalam urusan penggunaan anggaran. Kecepatan serapan, ketepatan program dan laporan pertanggungjawaban menjadi merupakan kunci kerjanya. Hasil yang menggembirakan pun berhasil dia raih. Saiful menjadi salah satu penerima penghargaan dari Kementerian Keuangan RI atas kinerja pelaksanaan anggaran selama semester II tahun anggaran 2017.

“Baru akhir Januari kemarin dikasihkan. Saya malah tidak tahu kapan menilainya tiba-tiba diberikan penghargaan ini,” tutur Saiful.

Meski baru mendapatkan peringkat ketiga kategori sedang, Saiful cukup puas dengan capaian tersebut. Sebab, dua lembaga dari Jatim lainnya yang berhasil mendapatkan penghargaan serupa adalah BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) dan Kejaksaan.

Saiful mengakui, anggaran dari APBN yang dilewatkan melalui provinsi cukup besar. Beberapa misalnya dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang nilainya tahun lalu mencapai Rp 5,3 triliun. Selanjutnya Tunjangan Profesi Guru (TPG) dan tambahan penghasilan dengan anggaran sekitar Rp1,5 triliun.

“Bagi kami ini istimewa. Sebab dari sisi anggaran Dindik Jatim cukup besar nilainya. Karena itu pertanggungjawabannya juga besar,” tutur Saiful.

Menurut dia, sejumlah indikator kinerja pelaksanaan anggaran dapat dilihat dari serapan anggaran, laporan pertanggungjawaban, kecepatan dan ketepatan. Tidak hanya dalam mengelola APBN, serapan anggaran Dindik Jatim tahun lalu juga terbilang cukup besar dengan nilai di atas 90 persen.

“Jadi memang kami berusaha menjaga pola kerja. Agar anggaran itu bisa cepat terserap dan tepat sesuai dengan program,” pungkas Saiful.

[Selengkapnya …]