Dana Bergulir UMKM di Sidoarjo Ngendon Rp 5,4 Miliar

140

Untuk membantu pengembangan UMKM, pemkab menyediakan dana bergulir. Sayang, dana tersebut tidak terserap maksimal. Salah satu penyebabnya pencairan yang terlalu lama.

Berdasar data Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Sidoarjo, tahun lalu disediakan dana bergulir Rp 8,7 miliar. Dari angka tersebut, yang terserap baru 37 persen atau sekitar Rp 3,3 miliar. Artinya, dana Rp 5,4 miliar ngendon tidak terserap.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Sidoarjo Tjarda menuturkan, pihaknya bekerja sama dengan bank untuk penyaluran anggaran tersebut. Tahap pertama, pemohon mengajukan persyaratan. Setelah disetujui, bank akan melakukan survei. Dalam proses survei, pihak bank sangat berhati-hati. Satu per satu pengajuan yang dikirim diteliti. Tujuannya, dana benar-benar tersalurkan pada yang membutuhkan. ’’Petugas survei terbatas sehingga prosesnya lama,’’ tuturnya.

Persoalan lainnya adalah informasi mengenai minimnya dana bergulir. Tjarda menambahkan, saat ini masih banyak pelaku usaha kecil yang belum mengetahui adanya program tersebut. ’’Ini menjadi PR kami. Agar banyak pelaku UMKM yang paham,’’ lanjutnya.

Tahun ini pemkab kembali menyediakan dana bergulir. Jumlahnya sama, yakni Rp 8,7 miliar. Agar serapan dana lebih optimal, dinas koperasi dan usaha mikro sudah memiliki sejumlah perencanaan.

Tjarda mengatakan, pihaknya akan membuka pelayanan baru dana bergulir. Petugas akan turun ke desa-desa untuk jemput bola. ’’Kami sudah mengajukan bantuan pengadaan kendaraan operasional. Mobil itu nanti dipakai sebagai kendaraan sosialisasi dana bergulir,’’ paparnya. ’’Kalau menunggu orang datang ke kantor, itu sudah cara lama. Kami ingin pelayanan cepat,’’ jelasnya.

Solusi kedua, menciptakan 1.000 wirausaha baru di Kota Delta. Laki-laki 52 tahun itu menyatakan, yang ingin menjadi pengusaha, tetapi tidak memiliki modal akan dibina. Setelah mendapatkan pelatihan dan memiliki sertifikat, dinas koperasi dan usaha mikro akan memberikan dana bergulir. ’’Kami pinjami Rp 5 juta. Tanpa jaminan,’’ jelasnya.

Kabid Koperasi dan Usaha Mikro Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Sidoarjo Erna Kusumawati menambahkan, pihaknya bakal mengevaluasi kerja sama pembayaran dana bergulir yang selama ini diserahkan ke bank. Penelitian berkas dan survei yang terlalu lama bakal dipangkas. ’’Paling lama sebulan dana bergulir sudah diterima pemohon,’’ ucapnya.

[Selengkapnya …]