SILPA Sidoarjo Terbesar dalam Sejarah

157

Penyerapan belanja APBD 2017 di Sidoarjo, mencapai Rp 930 miliar atau sekitar 22% dari jumlah APBD 2018 yang nilainya Rp 4,3 triliun. Rendahnya penyerapan akibat banyaknya proyek yang tak selesai tepat waktu. Hingga kini puluhan proyek yang seharusnya selesai akhir 2017, masih berjalan.

Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah, Kamis (11/1) kemarin, menyebutkan, sebetulnya angka Silpa tidak sebesar itu. Tetapi ada baiknya menunggu hasil audit BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) saja berapa angka riilnya. Diakui banyaknya proyek yang dikerjakan di akhir tahun menjadi penyebab rendahnya penyerapan. Bila proyek bisa diselesaikan sesuai dengan kontrak, Silpa tidak sebesar itu.

”Uangnya itu sebetulnya sudah ada yang punya. Tetapi karena kontraktornya belum selesai maka uang itu ditahan sampai proyeknya nanti selesai semua,” ujarnya.

Jadi uang itu tak boleh dipakai karena sudah miliknya orang (kontraktor pelaksana). Contohnya soal anggaran proyek untuk pembangunan gedung BPN Rp 7,5 miliar, lalu gedung kejaksaan Rp 9 miliar. Uang itu masih di Kasda, tetapi sebetulnya uang itu sudah ada yang punya.

Diakui di Dinas PUPR Sidoarjo sangat banyak sekali proyek yang belum diselesaikan sampai sekarang ini. Seperti pekerjaan jalan beton. Gedung Lokapala Krian, dan ia meminta agar dinas ini segera menyelesaikan pekerjaan ini dalam 50 hari ke depan. ”Pak Sigit (Kadis PUPR) sudah menjanjikan akan menyelesaikan dalam 50 hari (terhitung mulai 1 Januari),” pintanya.

Dengan besarnya Silpa berdampak pada besarnya APBD Sidoarjo 2018 yang besarnya Rp 4,3 triliun. Dari versinya, makin besarnya Silpa makin baik. Tetapi pemerintah pusat tidak melihat begitu. ”Sidoarjo bisa dibilang goblok karena sudah diberi uang tetapi tidak bisa membelanjakan,” ujarnya.

Kepala BPK-AD (Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah), Ny Noer Rochmawati, membenarkan angka Silpa Sidoarjo di kisaran Rp 930 miliar. Angka fix-nya belum dihitung. ”Kurang lebihnya segitu,” terangnya.

Bila Silpa Sidoarjo 2017 benar mencapai Rp 930 miliar maka akan menjadi sejarah sendiri karena belum pernah ada Silpa yang mencapai rekor sebesar itu. Silpa 2015 sebesar Rp 574 miliar, tahun berikutnya 2016 naik sedikit menjadi Rp 583 miliar. Memang terjadi lonjakan sangat besar tahun 2014 yakni Rp 714 miliar.

[Selengkapnya …]