Banyuwangi Alokasikan Rp 375 Milyar untuk Infrastruktur

86

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas meminta lelang proyek sejumlah ruas jalan poros desa dipercepat. Terutama yang akan dilakukan proyek pelebaran dan pengaspalan hotmix.

“Jalan ini akan dilebarkan, cukup jauh jaraknya, 14,5 kilometer, mulai Jalan Stail, melewati jalan Sumberwadung hingga Jalan Sariman,” ujar Anas mengecek sejumlah rencana pembangunan infrastruktur dasar di Desa/Kecamatan Sempu, Selasa (9/1/2017).

Menurutnya, jalan poros desa ini dilebarkan karena tergolong penting. Ada lima sekolah dan puskesmas di sepanjang jalan ini. Selain itu, jalan ini juga akses menuju Stasiun Setail.

“Makanya jalur ini tergolong padat sehingga perlu dilebarkan. Selain dilebarkan, jalan ini juga akan dilakukan pekerjaan hotmix beton menyesuaikan Karena kontur tanahnya yang gerak, makanya perlu dibeton,” kata Anas.

“Kita ingin ini bisa cepat. Sudah saya minta Pak Muji (Kepala Dinas Pekerjaan Umum Banyuwangi) agar lelang agak cepat, saya minta segera akhir Januari ini atau paling lambat awal Februari. Setelah itu pekerjaan sekitar 6 bulan, dan pertengahan 2018 sudah bisa dinikmati warga,” ungkapnya.

Anas mengatakan, pada tahun iniĀ  pembangunan akan menyasar infrastruktur pedesaan. Termasuk jalan pedesaan dengan kontur tanah bergerak.

“Jalan pedesaan dengan kontur tanah bergerak akan dicor. Karena kalau tidak dicor, biaya perawatannya tinggi. Belum lagi banyak warga yang protes karena jalan baru dibangun, ternyata rusak lagi,” ujarnya.

Dia menambahkan, tahun ini sejumlah jembatan juga akan dilebarkan dari rata-rata empat meter menjadi enam meter.

“Saya lupa detilnya, kalau tidak salah ada delapan jembatan yang masuk perencanaan tahun ini. Ada juga jembatan yang sebelumnya hanya untuk roda dua, tahun ini kita perlebar sehingga mobil bisa masuk,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Cipta Karya dan Penataan Ruang (CKPR) Mujiono menambahkan, tahun ini Pemkab Banyuwangi mengalokasikan dana Rp 375 miliar untuk sektor infrastruktur, mulai jalan, jembatan, hingga infrastruktur pendukung pertanian.

“Jembatan juga menjadi prioritas untuk membuka aksesibilitas daerah,” jelasnya.

[rin/suf]

Sumber: beritajatim.com