Hari Ini, Gubernur Lantik 116 Kepala SMA/SMK

239

Pengisian jabatan dan rotasi kepala SMA/SMK di Jatim secara resmi akan digulirkan hari ini, Jumat (5/1). Gubernur Jatim akan melantik sebanyak 116 kepala sekolah untuk mengisi kekosongan jabatan maupun rotasi.

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim Dr Saiful Rachman menuturkan, kekosongan jabatan kepala sekolah akan diisi dengan promosi atau perpindahan dari sekolah lain. Hal ini cukup penting mengingat sekolah akan segera menghadapi Ujian Nasional (UN) dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN). “Maka dari itu kepala sekolahnya harus definitif. Yang Plt (Pelaksana tugas) itu didefinitifkan,” tutur Saiful dikonfirmasi kemarin, Kamis (4/1).

Kepala sekolah yang mendapat promosi, lanjut Saiful, dipastikan telah lolos seleksi sesuai ketentuan. Sedang penempatannya, akan ditugaskan lebih dulu di sekolah yang berada di wilayah pinggiran. Sementara sekolah-sekolah di tengah kota akan diisi melalui rotasi.

Menurut Saiful, tugas kepala sekolah setelah dilantik cukup berat. Khususnya dalam pengelolaan keuangan sekolah. Pihaknya mewanti-wanti agar kepala sekolah mampu mengelola keuangan sekolah dengan baik dan terbuka. “Kepala sekolah harus paham soal manajemen keuangan, paham masalah keterbukaan. Pelaksanaannya Harus sesuai regulasi,” tutur Saiful.

Kepala sekolah diminta selalu berhati-hati dalam hal keuangan. Sebab, saat ini sektor pendidikan tidak hanya diawasi satu dua pihak saja. Masyarakat maupun pemerintah di atasnya juga akan mengawasi. Terlebih setelah adanya pelimpahan wewenang dari kabupaten/kota ke provinsi, pengawasan dan pemeriksaan dilakukan dari berbagai sektor.

“Sekarang ini Kementerian Keuangan memeriksa, Kemendagri memeriksa, Kemendikbud juga memeriksa. Belum lagi BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) dan BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) juga turun,” tandasnya.

Mengelola pendidikan, lanjut Saiful, menggunakan anggaran yang cukup besar, sehingga harus benar-benar paham regulasi. Tak terkecuali dalam menggali sumbangan baik dari masyarakat maupun dari berbagai pihak yang lain. “Tidak boleh ada pungutan. Hanya boleh menarik sumbangan, itu pun harus sesuai dengan ketentuan,” kata dia.

Selain terkait keuangan, Saiful juga mengimbau agar kepala sekolah segera menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru. Mereka harus segera tancap gas menyiapkan UNBK dan USBN dalam waktu dekat. “Harus banyak inovasi agar prestasi sekolah dapat terus ditumbuhkan,” jelas Saiful.

Saat ini, sekolah mendapat kepercayaan yang cukup besar dari pemerintah. Khususnya dalam menyelenggarakan USBN dan menentukan kelulusan siswanya. Karena itu, pihaknya berharap sekolah dapat melaksanakan USBN dengan menjaga integritasnya. “Yang siap menggunakan USBN CBT (Computer Based Test) silahkan menggunakannya. Karena itu akan lebih efisien, sekolah tidak perlu keluar anggaran untuk mencetak naskah soal,” pungkas Saiful.

[Selengkapnya …]