Aspal Rusak, Pekerjaan PT Amin Jaya Karya Abadi di Bangkalan Disoal

362

Proyek preservasi dan pelebaran jalan raya dari Bangkalan menuju Kecamatan Tanjungbumi yang digarap PT Amin Jaya Karya Abadi disoal. Sebab, proyek yang masih tahap pengerjaan itu mulai rusak. Yakni, aspal hanya bertahan beberapa bulan.

Perbaikan dan pelebaran jalan raya dari Bangkalan menunju Tanjungbumi merupakan proyek APBN 2017. Pagu anggarannya Rp 23.496.360.000. Proyek tersebut dimenangkan PT Amin Jaya Karya Abadi, kontraktor asal Sampang, dengan penawaran Rp 20.690.656.000.

Segmen satu, panjang jalan 1,2 kilometer. Segmen dua, panjang jalan 1,2 kilometer. Total panjang jalan 2,4 kilometer. Lebar jalan awalnya 5 meter dijadikan 7 meter. Ketebalan aspal 3–5 sentimeter dengan kedalaman galian 60 sentimeter.

Pemeliharaan berkala jalan raya dari Bangkalan menuju Tanjungbumi panjangnya 80 kilometer. Pengerjaan proyek tersebut dimulai Mei dan harus selesai 31 Desember 2017.

Tidak hanya DPRD Bangkalan yang kecewa terhadap rekanan asal Sampang itu. Direktur Jaka Jatim Mathur Husyairi juga kecewa dengan hasil pengerjaan PT Amin Jaya Karya Abadi. Sebab, baru beberapa bulan digarap, sudah terjadi kerusakan.

Mathur mendesak, PT Amin Jaya Karya Abadi secepatnya melakukan perbaikan di titik jalan yang rusak. Selain itu, secepatnya menyelesaikan pengaspalan tahap dua dan merampungkan saluran. Sebab, waktu kian mepet dengan akhir tahun. ”Harus diperbaiki dan secepatnya diselesaikan proyek itu,” tegasnya.

Seharusnya, lanjut Mathur, konsultan pengawas melakukan krocek ke lokasi proyek. Dengan begitu, diketahui hasil pengerjaan yang telah digarap rekanan. Jika ada kerusakan, bisa langsung menegur rekanan untuk secepatnya memperbaiki.

Aktivis antikorupsi itu berencana akan melaporkan PT Amin Jaya Karya Abadi ke Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Perwakilan Jawa Timur. Mathur ingin BPK melakukan audit terhadap proyek yang menelan uang negara puluhan miliar tersebut. ”Pasti kami laporkan,” pungkasnya.

Sementara itu, Manager PT Amin Jaya Karya Abadi Ripki mengatakan, kerusakan lapisan aspal disebabkan kondisi tanah yang turun. Selain itu, banyak kendaraan besar melebihi muatan yang melintas di jalan tersebut. Akibatnya, aspal rusak.

Dia mengungkapkan, saat ini proses pengerjaan perbaikan aspal yang rusak. Para pekerja juga mulai mengerjakan saluran. ”Saluran sudah kami kerjakan. Pengaspalan dilakukan pada malam hari,” terangnya.

Pengaspalan jalan raya di Desa Sabiyan dan Desa Gebang masih lapisan pertama atau asphalt concrete-binder course (AC-BC). Selanjutnya akan dilakukan pengaspalan lapisan kedua atau asphalt concrete-wearing course (AC-WC).

Ripki menambahkan, pengerjaan proyek preservasi dan pelebaran jalan raya yang menelan anggaran puluhan miliar itu sudah mencapai 89 persen. Dia sesumbar pengerjaan proyek tidak akan melewati deadline. ”Kami optimistis rampung tepat waktu. Bisa dilihat kalau selesai, pasti hasilnya bagus,” klaimnya.

(mr/bam/hud/han/bas/JPR)

Sumber: jawapos.com/radarmadura