BPK Goes to Campus di IAINJ Paiton Probolinggo

179

Ketua BPK Harry Azhar Azis mendorong kalangan akademisi untuk terus mengembangkan keilmuannya dan tidak berpuas diri dengan gelar akademisi yang sudah dicapai. Pihaknya juga terus mendorong pemerintah agar menyediakan anggaran beasiswa untuk membiayai pendidikan lanjutan anak bangsa di tingkat perguruan tinggi. Oleh karena itu, para mahasiswa diharapkan terus berjuang dan berani bersaing untuk menempuh pendidikan setinggi-tingginya agar dapat berkontribusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.

“Tidak ada bedanya anak yang lahir dan besar di Probolinggo dengan anak yang lahir dan besar di Jakarta. Intinya, jangan masukkan kata menyerah atau putus asa dalam kamus hidup Anda,” pesan Ketua BPK di hadapan sekitar 400-an dosen dan mahasiswa dari Institut Agama Islam Nurul Jadid (IAINJ), Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Nurul Jadid, dan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Nurul Jadid di Paiton, Probolinggo.

Pertemuan Ketua BPK dengan kalangan akademisi yang dikemas dalam acara BPK Goes to Campus tersebut bertujuan membangun komunikasi secara efektif dengan pemangku kepentingan (stakeholder), terutama untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas keuangan negara dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) dan pemerintahan yang bersih (clean government). Acara ini dilatarbelakangi semakin kuatnya peran BPK sebagai satu-satunya lembaga pemeriksa keuangan negara sehingga BPK dituntut untuk dapat mengelola efektivitas kerjasama dan komunikasi dengan para pemangku kepentingan. Sejalan dengan visi BPK untuk menjadi lembaga pemeriksa keuangan negara yang kredibel serta berperan aktif dalam mendorong terwujudnya tata kelola keuangan negara yang akuntabel dan transparan, dibutuhkan dukungan dan keterlibatan dari seluruh masyarakat, termasuk kalangan akademis sebagai pilar perubahan masyarakat.

Acara BPK Goes to Campus yang diselenggarakan pada Senin, 27 Februari 2017 ini mengambil tema “Keuangan Negara untuk Kesejahteraan Rakyat”. Dalam acara tersebut, Ketua BPK didampingi oleh Kepala Bagian Sekretariat Ketua Agung Hartono, Kepala Subauditorat Jawa Timur II Imam Muslich, dan Kepala Sekretariat Perwakilan BPK Perwakilan Provinsi Jawa Timur Pujo Sumekto. Selain itu, turut hadir Ketua Yayasan Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo KH Moh Zuhri Zaini dan Rektor Institut ¬†Agama Islam Nurul Jadid KH. Abd. Hamid Wahid.

Acara yang bertempat di Gedung Aula, Lantai 3 – Institut Agama Islam Nurul Jadid ini berlangsung secara interaktif. Selama acara berlangsung, tercipta dialog yang konstruktif antara Ketua BPK dengan para dosen dan mahasiswa terkait pengelolaan keuangan negara untuk sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat. Melalui acara ini, diharapkan kualitas hubungan dan komunikasi BPK dengan kalangan akademisi dapat meningkat. Selain itu, kalangan akademisi diharapkan dapat semakin memahami peran BPK dalam mendorong terwujudnya tata kelola keuangan negara yang akuntabel, dan transparan.