Sosialisasi Ke-BPK-an kepada Mahasiswa UNDIP

334

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) membutuhkan para pemeriksa yang tidak hanya unggul secara akademis, namun juga mampu menerapkan nilai-nilai dasar yang terangkum dalam independensi, integritas, dan profesionalisme. Perwujudan ketiga nilai dasar tersebut penting untuk menjaga kualitas hasil pemeriksaan BPK (quality assurance), terutama ketika menghadapi auditee saat melaksanakan pemeriksaan. Di samping itu, penerapan nilai-nilai dasar tersebut dinilai dapat menjaga kredibilitas BPK ketika hasil pemeriksaan BPK dikritisi oleh pihak-pihak tertentu.

Hal tersebut dikemukakan oleh Ketua Tim Senior N. Diva Mahaendra ketika menyampaikan materi Sosialisasi Ke-BPK-an kepada mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang. “Oleh karenanya, sangat baik apabila di lingkungan pendidikan -termasuk perguruan tinggi- dapat dimasukkan materi pembentukan karakter terhadap mahasiswa. Harapannya ketika memasuki dunia kerja, dalam diri para lulusan perguruan tinggi telah tertanam karakter-karakter unggul tersebut,” ujarnya.

Sosialisasi Ke-BPK-an tersebut disampaikan dalam rangka kunjungan kerja lapangan mahasiswa program Diploma III (D-III) dan Strata 1 (S-1) jurusan Akuntansi dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB), Universitas Diponegoro ke BPK Perwakilan Provinsi Jawa Timur. Kunjungan tersebut dilaksanakan pada Selasa, 7 Februari 2017. Dalam sosialisasi yang terbagi ke dalam dua gelombang itu, para mahasiswa mendapatkan penjelasan dan gambaran mengenai BPK secara umum dan BPK Perwakilan Provinsi Jawa Timur secara khusus. Penjelasan yang disampaikan antara lain mengenai kedudukan dan wewenang BPK dalam konstitusi, organisasi BPK, jenis pemeriksaan BPK, serta tindak lanjut hasil pemeriksaan BPK.

Dalam sambutannya ketika menerima rombongan mahasiswa, Kepala Subauditorat Jawa Timur I M. Ali Asyhar -mewakili Kepala BPK Perwakilan Provinsi Jawa Timur- menyampaikan apresiasinya atas kegiatan kunjungan kerja lapangan tersebut. “Kami berharap, melalui materi Sosialisasi Ke-BPK-an yang disampaikan oleh narasumber, para mahasiswa dapat memahami BPK dengan lebih baik dan materi tersebut sesuai dengan apa yang diharapkan akan diperoleh saat melakukan kunjungan ke kantor kami,” pungkasnya.

Kegiatan sosialisasi yang bertempat di Ruang Auditorium Lantai 2 – Kantor BPK Perwakilan Provinsi Jawa Timur tersebut juga dihadiri oleh para dosen pendamping dari Universitas Diponegoro, antara lain Wakil Dekan FEB Bidang Sumber Daya Wahyu Meiranto dan Ketua Departemen Akuntansi Fuad. Sementara itu, Ketua Tim Senior Esti Apri Larasati dan Supriyantoro juga hadir dalam acara sebagai moderator sekaligus narasumber. Selain penyampaian materi sosialisasi, dalam kegiatan ini para mahasiswa juga diajak menikmati film-film pendek seputar BPK yang terinspirasi dari hasil pemeriksaan BPK.

Antusiasme para mahasiswa terlihat pada saat dilaksanakan sesi tanya jawab. Dalam sesi tersebut, para mahasiswa saling berebut kesempatan bertanya kepada narasumber sosialisasi. Mereka umumnya tertarik dengan penjelasan yang telah disampaikan oleh narasumber dan bermaksud memperdalam informasi tentang BPK melalui pertanyaan-pertanyaan yang cukup kritis. Beberapa pertanyaan yang disampaikan antara lain mengenai hasil pemeriksaan BPK terhadap RS Sumber Waras di Jakarta, keunggulan Sistem Informasi Pemantauan Tindak Lanjur (SIPTL), hubungan kerja antara BPK dan KPK, standar dan metode yang diterapkan BPK dalam melakukan pemeriksaan, jenis fraud yang sering ditemukan BPK dalam pemeriksaan, dan risiko bekerja di BPK.

Secara keseluruhan, kegiatan Sosialisasi Ke-BPK-an kepada mahasiswa Universitas Diponegoro berlangsung dengan lancar. Melalui kegiatan ini, hubungan antara BPK dengan kalangan akademisi diharapkan dapat terjalin dengan lebih baik. Selain itu, para mahasiswa diharapkan dapat memahami tugas dan fungsi BPK dengan seutuhnya sehingga dapat ikut menyebarkan informasi yang benar mengenai BPK ke masyarakat.