Kuliah Umum oleh Ketua BPK di ITS

205

kuliah umum ITS

Ketua BPK Harry Azhar Azis kembali menjadi pembicara dalam kuliah umum yang diselenggarakan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Acara ini bertujuan mensosialisasikan peran BPK sebagai satu-satunya lembaga negara yang berwenang untuk melakukan pemeriksaan atas pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara.

Kuliah umum dilaksanakan pada Jum’at, 13 Mei 2016 dan bertempat di Gedung Rektorat ITS, Keputih, Sukolilo, Surabaya. Peserta kuliah umum adalah segenap civitas akademika ITS, termasuk pegawai tata usaha di lingkungan ITS. Dalam sambutannya ketika membuka acara, Rektor ITS Joni Hermana menyambut baik kuliah umum yang disampaikan oleh Ketua BPK di ITS karena para praktisi lulusan teknik tetap perlu memahami proses pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan negara untuk menghindari jeratan hukum apabila menangani proyek-proyek pemerintah. Di samping itu, ITS selaku badan hukum milik negara (BHMN) juga mengelola keuangan negara dalam menjalankan aktivitas pendidikannya.

Dalam kuliahnya, Harry kembali menekankan pentingnya pengelolaan keuangan negara untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Kesejahteraan rakyat juga merupakan tujuan bernegara yang diamanahkan dalam Pembukaan UUD 1945. Harry juga menegaskan bahwa tingginya kesejahteraan rakyat berkorelasi dengan kewibawaan Indonesia terhadap negara-negara lain. Oleh karena itu, tata kelola keuangan negara yang bersih dan akuntabel saja tidak cukup, namun mesti dilihat juga seberapa jauh keberhasilan pengelolaan keuangan negara tersebut dalam peningkatan kesejahteraan rakyat.

“Kita ambil contoh suatu pemerintah daerah yang membelanjakan anggarannya sebesar Rp 1 miliar untuk membeli permen. Proses perencanaan, pelaksanaan sampai pertanggungjawaban pembelian permen tersebut sudah sesuai dengan prosedur. Jika demikian, sudah pasti BPK akan memberikan Opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian). Namun, sudahkah pembelian permen tersebut berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat? Inilah yang sekarang menjadi perhatian BPK,” ungkap Harry.

Sejalan dengan peran BPK sebagai lembaga negara pemeriksa keuangan negara, BPK terus mendorong pemerintah untuk mengelola anggaran dengan sebaik-baiknya agar kesejahteraan rakyat terus meningkat. Untuk itu, BPK terus berusaha menambah jumlah pemeriksaan kinerja untuk mengukur keberhasilan program-program pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Kuliah umum yang dimoderatori oleh salah seorang dosen ITS, Darmaji, ini berlangsung dengan baik. Pada sesi tanya jawab, peserta kuliah umum menggunakan kesempatan tersebut untuk menggali peran BPK dalam mendukung pemerintahan yang bersih dari korupsi. Pada akhir acara, BPK saling bertukar cenderamata dengan ITS yang pada kesempatan tersebut diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Heru Setyawan.

penanya

cenderamata

Melalui kesempatan kuliah umum ini, BPK berupaya menjalin kerjasama yang baik serta menumbuhkan kesadaran di kalangan civitas akademika ITS mengenai pentingnya pengelolaan keuangan negara yang akuntabel dan transparan untuk mendukung terwujudnya kesejahteraan masyarakat Indonesia.