Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-108

119

peserta

Salah satu inspirasi yang bisa diambil dari berdirinya pergerakan Boedi Oetomo sebagai sebuah organisasi modern pada tahun 1908 adalah munculnya sumber daya manusia Indonesia yang terdidik, memiliki jiwa nasionalisme kebangsaan, dan memiliki cita-cita mulia untuk melepaskan diri dari penjajahan. Dengan tampilnya sumber daya manusia yang unggul  inilah semangat kebangkitan nasional dimulai.

Dalam rangka memperingati semangat kebangkitan nasional tersebut, BPK Perwakilan Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan upacara bendera peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-108 pada Jum’at, 20 Mei 2016. Upacara bendera ini bertempat di halaman Kantor BPK Perwakilan Provinsi Jawa Timur dan diikuti oleh seluruh pegawai di lingkungan BPK Perwakilan Provinsi Jawa Timur. Inspektur Upacara pada upacara bendera kali ini adalah Kepala Subauditorat Jawa Timur I, M. Ali Asyhar. Adapun petugas yang bertindak sebagai komandan upacara adalah Muhammad Ihsan.

bendera

Dalam sambutannya yang dibacakan oleh Inspektur Upacara, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menyampaikan bahwa sejak diproklamirkannya kemerdekaan, bangsa Indonesia telah berjanji dan berketetapan hati bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah harga mati yang tidak dapat ditawar-tawar lagi dalam kondisi dan keadaan apapun. Oleh karena itu, menjadi kewajiban seluruh komponen bangsa Indonesia untuk menjaga, melindungi dan memelihara tegaknya NKRI dari gangguan apapun, baik dari dalam maupun dari luar dengan cara menerapkan prinsip dan nilai-nilai nasionalime dalam kehidupan sehari-hari.

Komitmen terhadap NKRI ini penting untuk ditegaskan kembali mengingat setelah sekian lama berdiri sebagai bangsa, ancaman dan tantangan akan keutuhan NKRI tidak selangkah pun surut. Bahkan melalui kemajuan teknologi digital, ancaman radikalisme dan terorisme, misalnya, mendapatkan medium baru untuk penyebaran paham dan praktiknya. Selain itu, Indonesia juga menghadapi permasalahan ketahanan bangsa secara kultural, misalnya munculnya kekerasan dan pornografi. Sekali lagi medium teknologi digital berperan penting dalam penyebaran  informasi, baik posisif maupun  negatif, secara cepat dan masif.

Tantangan-tantangan baru yang muncul tersebut memiliki dua dimensi terpenting, yaitu kecepatan dan cakupan. Oleh karena itu, dengan tema ‘Mengukir Makna Kebangkitan Nasional dengan Mewujudkan Indonesia yang Bekerja Nyata, Mandiri dan Berkarakter‘, peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun 2016 ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa tantangan apapun yang dihadapi  saat  ini harus  dijawab dengan memfokuskan diri pada kerja nyata secara mandiri dan berkarakter.

“Kerja nyata kita, kemandirian kita, dan karakter kita semua terpusat pada pemahaman bahwa saat ini kita dihadapkan dalam kompetisi global. Kini saatnya bekerja nyata dan mandiri dengan cara-cara baru penuh inisiatif, bukan hanya mempertahankan dan membenarkan cara-cara lama sebagaimana yang telah dipraktikkan selama ini. Hanya karena telah menjadi kebiasaan sehari-hari, bukan berarti sesuatu telah benar dan bermanfaat. Kita harus membiasakan yang benar dan bukan sekadar membenarkan yang biasa,” pesan Rudiantara.

Proklamator dan presiden pertama RI, Soekarno, pernah menekankan tentang pentingnya membangun karakter bangsa. Menurut beliau, “Membangun suatu negara, membangun ekonomi, membangun teknik, membangun pertahanan, adalah  pertama-tama dan pada tahap utamanya, membangun jiwa bangsa. Tentu saja keahlian adalah perlu, tetapi keahlian saja tanpa  dilandaskan pada  jiwa yang besar, tidak akan dapat mungkin mencapai tujuannya”. Demikian juga tentang pentingnya kerja nyata, Bung Karno berpesan bahwa, “Amal semua buat kepentingan semua. Keringat semua buat kebahagiaan semua. Holopis kuntul baris buat kepentingan semua.”

Mengakhiri sambutannya, Menkominfo Rudiantara berharap agar melalui Hari Kebangkitan Nasional ke-108 tahun  2016 ini, kinerja PNS semakin  baik dan semakin  dirasakan  manfaatnya  bagi masyarakat. Secara keseluruhan, upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-108 di BPK Perwakilan Provinsi Jawa Timur berjalan dengan tertib dan lancar.

naskah