Pembekalan dan Workshop Pemeriksaan LKPD TA 2015

183

pembekalan

Pada tahun 2016, seluruh pemerintah daerah untuk pertama kalinya akan menyusun Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) yang sudah menggunakan basis akrual. Seiring penggunaan basis keuangan yang baru tersebut, pemeriksa BPK perlu memperoleh pemahaman yang sama atas perlakuan akuntasi pemerintah daerah dalam setiap transaksi keuangannya.

Dalam rangka persiapan pemeriksaan pendahuluan atas LKPD TA 2015, BPK Perwakilan Provinsi Jawa Timur memberikan pembekalan bagi para pemeriksa yang akan diterjunkan dalam pemeriksaan. Acara yang dirangkai dengan Workshop Pemeriksaan LKPD TA 2015 tersebut dilaksanakan pada Senin s.d. Selasa, 25 s.d. 26 Januari 2016. Acara tersebut bertempat di Ruang Auditorium Lt. 2 – Kantor BPK Perwakilan Provinsi Jawa Timur.

Sekitar 150 pemeriksa di lingkungan BPK Perwakilan Provinsi Jawa Timur mengikuti pengarahan yang disampaikan oleh Plt Kepala BPK Perwakilan Provinsi Jawa Timur, Syamsudin. Syamsudin berpesan kepada para pemeriksa untuk senantiasa memegang teguh tiga nilai dasar BPK (independensi, integritas, profesionalisme) dalam menjalankan tugas pemeriksaan. Selain itu, pemeriksaan LKPD tahun ini adalah pemeriksaan BPK yang pertama kalinya terhadap LKPD yang berbasis akrual secara umum.

“Karena tahun 2015 merupakan tahun pertama penerapan LKPD berbasis akrual, perlu dibentuk suatu helpdesk untuk menyamakan perlakuan terhadap permasalahan yang dihadapi tim pemeriksa di lapangan,” kata Syamsudin.

Setelah pembekalan, para pemeriksa mengikuti pemaparan materi Workshop Pemeriksaan LKPD TA 2015. Materi yang disampaikan pada hari pertama meliputi pengenalan SAP akrual, sistem akuntansi pemerintah daerah, prosedur analitis, dan studi kasus. Narasumber pada hari pertama adalah Winarno, Supatman, Mohamad Fadli, dan Mukhammad Yogiantoro.

materi

peserta

Pada workshop hari kedua, peserta mendapatkan materi mengenai kebijakan Anggota V BPK, kebijakan Program Pemeriksaan (P2), opening balance, dan studi kasus. Adapun narasumber pada hari kedua adalah Yuan Candra Djaisin, Supatman, dan Winarno. Selama sesi pemaparan materi, peserta aktif berdialog dengan narasumber terutama mengenai permasalahan aktual yang dijumpai pada waktu pemeriksaan.

Melalui pelaksanaan workshop pemeriksaan LKPD TA 2015, diharapkan para pemeriksa BPK yang melaksanakan tugas pemeriksaan LKPD mampu memahami penerapan sistem akuntansi yang baru beserta pelaporannya. Dengan demikian, pemberian opini atas LKPD dapat diberikan dengan benar sesuai standar pemeriksaan.